Olahraga ‘Dirapel’ Hari Sabtu Minggu, Sehatkah?

lansia_130913_jogging

Merry Wahyuningsih – Detik Healt

KARENA terlalu sibuk dengan rutinitas pekerjaan, tidak sedikit orang yang mengesampingkan urusan olahraga. Berangkat pagi dan pulang malam hari, membuat orang tidak sempat melakukan olahraga selama hari kerja. Alhasil, olahraga pun ‘dirapel’ pada hari Sabtu dan Minggu.

Bagi orang-orang kantoran di kota besar seperti Jakarta, olahraga di hari kerja terasa sedikit memberatkan. Harus berangkat pagi-pagi dan pulang lebih malam untuk menghindari kemacetan, belum lagi stres karena pekerjaan yang menumpuk, membuat banyak orang lebih memilih untuk segera beristirahat ketimbang berolahraga.

Nah, ketika akhir pekan atau hari libur datang barulah banyak orang melakukan olahraga, bahkan hingga berjam-jam seakan merapel semua waktu olahraga yang hilang dan tidak sempat ia lakukan selama seminggu hari kerja.

Secara kesehatan, merapel olahraga hanya pada saat akhir pekan atau hari libur tidak terlalu membawa manfaat yang signifikan. Tubuh memerlukan olahraga secara teratur setiap hari, bukan hanya di hari Sabtu dan Minggu.

“Olahraga hanya di hari Sabtu dan Minggu, bahkan ada yang langsung 3 jam, benefitnya tidak terlalu maksimal, karena yang dicari adalah stabilitas, regularitas,” jelas dr Em Yunir, SpPD, K-EMD, Kepala Divisi Metabolik dan Endokrinologi Departemen Penyakit Dalam RSCM.

Hal ini disampaikannya dalam acara Journalist Class ‘Kolesterol, Diabetes & Statin: Teman atau Lawan?’ di Pisa Kafe, Jl. Gereja Theresia, Menteng, Jakarta, seperti ditulis Kamis (12/9/2013).

Menurut dr Yunir, olahraga yang sehat adalah olahraga yang dilakukan teratur setiap hari. Tidak perlu berjam-jam, cukup 30 menit per hari atau minimal 150 menit per minggu.

Jika Anda orang kantoran, olahraga bisa dilakukan pagi hari sebelum berangkat ke kantor, atau bila tidak sempat sepulang kantor di sore atau malam hari. Bisa juga dengan melakukan aktivitas fisik sembari berangkat kantor, misalnya berjalan kaki sebelum naik kendaraan umum, sengaja memarkir kendaraan pribadi agak jauh agar ada waktu untuk berjalan kaki, atau lebih memilih menggunakan tangga ketimbang lift.

“Yang penting teratur setiap hari. Cukup 30 menit setiap hari dan total 150 menit setiap minggu,” tutup dr Yunir.

Sumber: Detik.com 12/09/13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s