Kaya …… tapi miskin!

iil_130404_father and sonSUATU ketika seorang Ayah dari keluarga yang sangat kaya raya bermaksud memberi pelajaran kepada Anaknya agar Anaknya dapat tahu seperti apakah kehidupan orang miskin itu. Lalu mereka pun menginap beberapa hari di rumah keluarga petani yang sangat miskin, di sebuah dusun di tepi hutan.

Dalam perjalanan pulang Sang Ayah bertanya kepada Anaknya…

Ayah : “Bagaimana perjalanan kita Nak?”
Anak : “Sangat menarik Yah…”

Ayah : “Kamu melihat bagaimana orang miskin hidup?”
Anak : “Ya Ayah”

Ayah : “Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan kita ini?”
Anak : “Yang saya pelajari……Hmm……

Kita memiliki satu anjing untuk menjaga rumah kita, sedangkan mereka memiliki
empat anjing untuk berburu…

Kita punya kolam renang kecil di taman, mereka punya sungai yang tiada batasnya!
Kita punya lampu untuk menerangi taman kita, mereka memiliki bintang yang bersinar
di malam hari…

Kita memiliki lahan yang kecil untuk hidup, mereka hidup bersama alam…

Kita punya pembantu untuk melayani kita, tapi mereka hidup untuk
melayani orang lain…

Kita punya pagar yang tinggi untuk melindungi kita, mereka punya banyak teman yang
saling melindungi…”

Ayah : “……”

Sang Ayah tercengang diam tak menyangka akan mendengar jawaban yang keluar dari mulut Anaknya tersebut…

Lalu Sang Anak melanjutkan…
“Terima kasih Ayah, karena Ayah telah menunjukkan betapa miskinnya kita…”

Bukankah ini suatu sudut pandang yang menakjubkan?

Bersyukurlah dengan apa yang telah kita miliki dan jangan pernah risau dengan apa yang tidak kita miliki…

—————————–

“KEPUASAN membuat orang miskin kaya; ketidakpuasan membuat orang-orang kaya miskin.” – Benjamin Franklin

“Ketika KEKAYAAN hilang, tidak ada yang hilang, ketika kesehatan hilang, sesuatu hilang; ketika karakter yang hilang, semuanya hilang.” – Billy Graham (1918 – )

“HATI ini sesungguhnya KAYA bila puas, dan hati ini selalu puas lega ketika hasratnya melekat pada Allah” – Santo Miguel Cordero-Munoz (1854–1910)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s