Nenek Tua dan Kedua Putrinya

ALKISAH ada seorang wanita tua memiliki dua orang anak perempuan.Si sulung menikah dgn seorg penjual payung,sedangkan si bungsu menikah dgn seorg tukang pembuat tembikar.

Pd suatu hari,wanita itu berkunjung ke rumah putri sulungnya menanyakan kabar mereka,

“Kami baik-baik saja, Bu..hanya saja kami adalah penjual payung.., lihatlah cuaca sekarang ini..cerah..,payung-payung kami kurang laku..,sehingga penghasilan kami berkurang..”ujar si putri sulung.

Keesokan harinya wanita tua itupun berkunjung ke rumah putri bungsunya..,dia menanyakan hal yg sama ttg kabar mereka.

Putri bungsu menjwb.”Kami baik-baik saja Bu..,tetapi coba Ibu lihat awan-awan gelap selalu menutupi sinar matahari..sehingga tembikar-tembikar kami susah kering dan tidak dapat segera dijual..”

Sejak saat itu……ketika cuaca cerah..,wanita tua itu mengkhawatirkan usaha payung putri sulungnya……ketika langit mendung..dia mengkhawatirkan usaha tembikar putri bungsunya. Hal ini terjadi sampai berbulan-bulan lamanya.

Setiap hari hatinya diliputi kegelisahan hingga dia pun jatuh sakit.

Seorang tetangga menjenguknya dan menanyakan apa sebenarnya yg sdg terjadi dgn wanita tua itu.Wanita tua itupun menceritakan perihal masalahnya. Sang tetangga yg mendengar cerita itu pun tertawa terbahak-bahak akan kerisauan hati wanita tua itu dan berkata:

“Seharusnya anda berpikir sebaliknya! Ketika cuaca cerah usaha tembikar putri bungsu mu akan lancar, jikalau musim hujan..maka usaha payung putri sulungmu lah yg laris. Jadi setiap hari, baik cuaca cerah maupun cuaca mendung…anda tetap dapat bersyukur..”

Wanita tua itu terdiam sejenak. Lalu kembali tersenyum penuh arti.

Sejak saat itu wanita tua itu ‘belajar’ utk selalu bersyukur dlm segala cuaca….

———————————–

– Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu dapat mengucap syukur dalam berbagai situasi.
– Sudut pandang dan asumsi seseorang mempengaruhi pola pikir dan kehidupannya.
– Apakah kita lebih memilih sisi yang negatif ataukah memilih menerima sisi yg positif??

Semua dikembalikan kepada kita yg menjalaninya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s