Dr. Witjahyakarta Widjaja SpS: Penanganan Dini untuk Stroke

plb_stroke,tanda_tanda

Berikut ini ini wawancara Wimar Witular dengan narasumber Dr. Witjahyakarta Widjaja SpS tentnag penanganan dini stroke yang dikutip dari http://www.perspektifbaru.com

Apa yang dimaksud dengan stroke?

Stroke menurut definisi World Health Organization (WHO) adalah peristiwa gangguan pembuluh darah di otak yang menyebabkan kelumpuhan atau perubahan sirkulasi, sehingga menyebabkan seseorang mengalami kelumpuhan separuh badan, seperti berupa gangguan berbicara, gangguan kesadaran, gangguan pada otot-otot tangan, atau kakinya menjadi lemas.

Apakah gangguan itu permanen atau transient?

Ada beberapa golongan atau klasifikasi. Kalau penyumbatannya ringan disebut Transient Ischemic Attack (TIA), yaitu stroke yang terjadi selama 24 jam pertama setelah itu hilang dan kembali normal.

Itu hilang sendiri tidak meninggalkan bekas sama sekali, sehingga TIA tidak dimasukan kedalam stroke. Jika sudah lebih dari 24 jam masih menimbulkan gejala sisa, maka kita sudah harus menyatakan bahwa itu adalah stroke.

Jadi untuk membedakan TIA dengan stroke sesungguhnya itu setelah 24 jam.

Iya, setelah 24 jam.

Apakah itu bisa menyebabkan kematian?

Stroke ada dua, yaitu stroke penyumbatan dan stroke perdarahan. Kedua stroke itu bisa menimbulkan kematian terutama kalau penyumbatannya besar. Gejala stroke penyumbatan gejalanya berbeda dengan stroke perdarahan. Kalau stroke penyumbatan biasanya orangnya tetap sadar. Namun kalau stroke meluas maka bisa juga orang menjadi tidak sadar, dan biasanya gejalanya mendadak. Misalnya, bangun tidur pada pagi hari masih bisa minum teh tapi tiba-tiba saja sudah mengalami kelumpuhan. Itu stroke penyumbatan tapi tidak menutup kemungkinan terjadi stroke perdarahan. Stroke perdarahan biasanya ada gangguan dari kesadarannya, seperti tiba-tiba merasa sakit kepala hebat, kemudian muntah-muntah, menjadi tidak sadar, dan biasanya kalau diukur tekanan darahnya tinggi sekali. Sebaiknya di rumah mempunyai alat tensimeter yang sederhana.

Jika tekanan darah kita naik, apakah itu sudah gejala stroke?

Bukan, sebetulnya stroke tidak gampang terjadi. Gejala stroke akan muncul kalau tekanan darah sangat tinggi sehingga memancing timbulnya stroke. Itu karena saat tekanan darah tinggi pembuluh darah akan mengecil, sehingga kalau ada pengapuran di dinding pembuluh darah maka akan menyumbat atau pecah pembuluh darahnya.

Apakah penyebabnya sama antara stroke jenis sumbatan dan perdarahan?

Penyebabnya biasanya sama yaitu tekanan darah tinggi. Namun untuk stroke penyumbatan, penyebabnya lebih banyak seperti kencing gula dengan tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, kekentalan darah, dan banyak lagi.

Apakah tidak ada orang dengan tekanan darah normal terkena stroke?

Penyebabnya adalah tekanan darah tinggi. Tidak ada orang dengan tekanan darah normal mengalami stroke.

Pertanyaannya sekarang, apakah faktor-faktor penyebab stroke bisa dihindari?

Sekarang Persatuan Dokter Spesialis Saraf menginginkan sebuah program apakah dari swasta atau pemerintah untuk memberitahu bahwa sebetulnya stroke bisa dicegah, stroke bisa dikelola, orang sehat bisa terhindar dari stroke walaupun ia mempunyai faktor-faktor pendorong timbulnya stroke.

Apakah keturunan merupakan salah satu faktor pendorong?

Kalau diabetes, tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi merupakan familial biasanya keturunan. Namun bisa saja terjadi seperti orang dari luar Pulau Jawa datang ke sini naik bus. Akibat takut di bus sering buang air kecil, ia mengurangi minum selama perjalanan sehingga menyebabkan darah menjadi mengental. Tiba-tiba saat ke luar dari bus ia kena stroke, dan itu sering terjadi. Jadi, tidak hanya faktor-faktor risiko yang saya sebutkan tadi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kencing gula, kolestrol tinggi, atau asam urat tinggi, tapi juga tingginya kekentalan darah.

Kapan kita mengetahui dampak stroke bisa dihilangkan, diperbaiki, dan kapan stroke akan menjadi sesuatu yang permanen?

Stroke menjadi permanen kalau seorang yang sudah kena stroke yaitu sudah mengalami kelumpuhan tidak segera datang ke rumah sakit atau ke tempat kesehatan yang baik. Biasanya dokter di Puskesmas mendapatkan pendidikan menangani kasus stroke. Sekarang waktu untuk reaksi awal suatu periode stroke secara internasional enam jam.

Tadi dokter sudah menyinggung pentingnya reaksi atau action selama enam jam pertama. Sekarang pertanyaan praktisnya adalah jika kita menduga ada orang kena stroke kali pertama, maka kapan kita bisa menyimpulkan bahwa itu adalah stroke, kedua apa action pertama yang harus dilakukan?

Sebetulnya gampang, ada tiga cara yang kita bisa ingat bahwa seseorang diduga stroke yaitu bagaimana suaranya saat kita tanya namanya, apakah suaranya pelo, apakah tidak bisa bicara, apakah terjadi perubahan dari volume suaranya. Kedua coba minta menyeringai. Menunjukkan gigi, kita lihat tekukan pada samping hidung apakah simetris atau tidak.

Kalau tidak simetris, apakah itu gejala dari bell palsy? Apakah bell palsytermasuk stroke?

Bell Palsy bukan stroke. Cara membedakan stroke dengan bell palsy adalah minta orang itu mengerutkan dahi, mengangkat alis. Orang yang kena stroke, alisnya sama sekali tidak berubah tetap simetris. Pada orang bell palsy berbeda kecepatan kedip matanya. Kemudian kalau diminta angkat alis, maka biasanya tidak simetris dengan di tempat kelumpuhan ketinggalan. Ketiga, perintahkan angkat tangan apakah keduanya simetris atau tidak. Kalau orang yang mengalami kelemahan maka sebentar saja akan turun lagi. Itu cara-cara yang simple, tidak menggunakan alat. Jadi dengan kita lihat saja maka kita akan tahu stroke atau tidak.

Pada bell palsy artinya kita lihat sisi kiri berbeda dengan sisi kanan. Lalu, apa bedanya dengan stroke?

Bell palsy sifatnya hanya penekanan pada saraf muka tidak menyeluruh. Pada orang bell palsy, kalau kita perintah untuk mengangkat kedua tangannya simetris atau minta menggengam tangan, maka keduanya simetris. Kemudian saat menyeringai akan terlihat perbedaan, tapi bicara tetap sama.

Saat kita bisa mendeteksi awal bahwa terjadi stroke namun kita belum bisa segera ke rumah sakit, apa yang pertama harus dilakukan?

Seperti yang saya anjurkan kalau bisa sebuah rumah tangga terutama kalau mempunyai orang tua sebaiknya miliki satu alat tensimeter. Itu penting. Bila kita lihat gejala seperti stroke, kita ukur saja tensinya. Kalau memang tensinya tinggi sebaiknya kita curiga. Kedua, cek kesadarannya apakah sadar atau tidak. Kalau tidak sadar maka cepat bawa ke rumah sakit.

Bagaimana cek kesadaran?

Ajak bicara saja. Jika dulu kita anggap bahwa stroke penyumbatan hanya bisa ditangani secepat mungkin di rumah sakit, ternyata sekarang dianjurkan minum aspirin saja. Aspirin 500ml juga tidak apa-apa, jika khawatir perutnya sakit maka sebaiknya suruh makan sedikit lalu berikan tablet aspirin.

Kalau orang yang memang setiap hari minum aspirin, apakah bisa tertolong?

Sudah tertolong. Biasanya kalau sudah minum aspirin, kejadian stroke hampir tidak ada.

Saya suka dengar istilah golden period untuk stroke, apakah itu?

Dari sejak kita menemukan seseorang mengalami gejala seperti stroke, maka enam jam pertama adalah sebuah masa dimana pengobatan akan memberikan hasil yang paling baik. Jangan menunggu, jangan kerokan dulu, jangan melakukan segala macam nanti waktunya habis.

Apakah itu artinya harus dibawa ke rumah sakit atau ada treatment lain?

Justru itu untuk penyelamatan pertama diberikan aspirin dulu di rumah, setelah itu baru bawa ke rumah sakit.

Apakah minum aspirin tidak ada salahnya meskipun tidak ada apa pun?

Tidak apa-apa. Makanya dianjurkan minum dosis kecil yaitu baby aspirin 80ml. Kalau ada informasi bahwa saat kena stroke atau gejala stroke, maka tusuk jari-jari di telinga. Itu bohong, tahayul. Tidak ada penelitian yang membenarkan itu. Mana mungkin orang yang disakiti terus nanti akan mengeluarkan darah beberapa tetes yang bisa menyelamatkan.

Apa perbedaan stroke dengan serangan jantung?

Beda tempatnya saja. Stroke gangguan pembulu darah di otak. Itu sama berbahayanya dengan serangan jantung. Hanya saja, saat ini serangan jantung akan menimbulkan kematian dengan cepat. Stroke juga demikian, misalnya, stroke menimbulkannya kecacatan yang lebih berat. Kalau kelumpuhan di kanan maka tidak bisa bicara, tidak bisa mengerti pembicaraan orang. Kalau serangan jantung, orang pasti takut karena katanya sumber jantung itu akan berhenti maka orang mati. Padahal definisi WHO untuk kematian yang pertama sebenarnya kematian otak dulu,brain death.

Apa itu brain death? Saya sering melihat di film aksi, detektif datang kemudian bertanya apakah korban sudah mati atau belum? Jantungnya masih berdetak tapi katanya brain death. Jadi, apakah orang mati karena jantungnya berhenti atau otaknya berhenti?

Dulu definisinya adalah kalau jantung seseorang berhenti maka dinyatakan meninggal. Tapi sekarang setelah dekade otak Amerika tahun 2010 definisi diubah, bahwa seseorang itu dinyatakan meninggal kalau otaknya sudah tidak berfungsi.

Mengapa diubah, apakah itu karena jantung lebih mudah diganti daripada otak?

Bukan, jantung bisa dipacu. Misalnya, detaknya lambat bisa dipacu dengan pacemaker, obat bisa memacu juga. Namun kalau otak tidak bisa diapa-apakan. Jadi kalau sudah mati otak maka sudah mati.

Ketiga, yang paling bahaya adalah paru-paru. Biasanya tiga hal itu yang kita lihat yaitu otak, jantung, dan paru-paru. Namun paru-paru dengan kemajuan teknologi, kita bisa menggunakan mesin sehingga paru-paru bisa tetap berfungsi. Sedangkan jantung kalau memang sudah parah bisa berhenti. Otak kalau sudah parah walaupun jantunga dan paru-parunya bagus, tapi otaknya sudah mati, kita tidak bisa apa-apa lagi.

Apakah ada hubungan stroke dengan faktor makanan dan kebiasaan makanan seperti apa yang cenderung membantu menghindari stroke, apa ada yang memperparah?

Banyak. Jadi untuk melihat stroke kita perhatikan tiga hal saja. Pertama, fungsi pompa jantung. Pompa jantung bisa pada tekanan darah, irama jantung, atau klepnya bocor atau tidak. Kedua, faktor pembuluh darah. Pembuluh darah tidak bisa diutik-utik, tapi kita bisa periksa apakah seseorang mempunyai kemungkinan mengalami stroke atau tidak. Secara modern dengan menggunakan USG pembuluh darah, ct scan yang melihat pembuluh darah atau MRI. Terakhir dengan Kateter. Sekarang sudah dengan non-invasive.

Ketiga adalah faktor isi pembuluh darah. Faktor isi pembuluh darah ini yang kita kelola dan ini yang paling banyak kita atasi untuk mencegah supaya orang tidak stroke.

Apakah itu maksudnya kolesterol?

Gula, kolesterol, asam urat, kekentalan darah, banyak sekali yang bisa dikelola dari sini.

Saat tes darah kita bisa lihat berapa asam urat, kolesterol, kalau lemak dari trigliserid. Dimana jeleknya lemak itu?

Ada tiga jenis kolesterol yaitu, kolesterol total, HDL yang baik, dan LDL yang jelek. LDL makin rendah makin bagus. Selain lemak darah adatrigliserid. Kalau kolesterol asalnya dari lemak, seperti santan, goreng-gorengan, daging berlemak, jeroan. Trigliserid berasal dari karbohidrat, nasi, mie, bihun, kwetiau, roti-roti, tart. Jadi kalau kita lihat hasil laboratorium, misalnya seseorang mempunyai trigliserid yang tinggi, walaupun kolesterolnya normal maka orang itu harus tetap diet terhadap karbohidrat.

Apakah fungsi karbohidrat tidak essential?

Karbohidrat tidak bisa dihilangkan dari makanan kita karena kalau tidak ada karbohidrat maka kita akan kelaparan. Namun itu bisa diganti dengan makanan yang kalorinya rendah seperti yang terkenal sekarang adalah nasi merah, dulu ada beras jagung, sekarang mulai seperti kentang.

Apakah kentang okay?

Kentang okay karena kalori kentang tidak setinggi nasi. Tapi dia tidak membuat trigliserid naik. Kentang harus direbus, kalau digoreng malah meningkatkan kolesterol. Ubi dan singkong yang direbus juga okay. Hal-hal yang mendukung tingginya trigliserid kita bisa alihkan dengan makan banyak sayuran.

Bagaimana dengan buah?

Buah baik. Jadi kita mengatakan, “Kalau begitu ganti saja pakai Sabu-Sabu yaitu Sayur dan Buah, bukan sabu-sabu Narkoba.” Jadi sayur dan buah itu bagus, seperti makanan Jepang yang kalau kita lihat lemaknya rendah tapi serat tinggi.

Bagaimana kalau banyak garam?

Itu tergantung kita sendiri, bisa kita kurangi.

Saya pernah mengalami serangan jantung, katanya, seperempat dari serangan jantung mengakibatkan orang langsung mati.

Lebih. Serangan jantung yang sekarang justru cenderungnya makin lama makin muda.

Soal usia muda, saya pernah mendengar dari teman saya bernama Erna bahwa ada teman anaknya yang katanya tidak masuk sekolah karena stroke ringan. Apakah memang anak SD bisa stroke ringan?

Stroke itu bisa terjadi mulai dari bayi lahir sampai yang sudah mau meninggal. Pada anak-anak memang berbeda penyebabnya dari orang dewasa. Kalau pada anak-anak biasanya itu karena kelainan jantung, klep jantungnya bolong, berlubang lalu kelainan irama jantung, kelainan sel darah. Jadi penyebabnya banyak atau biasa disebut autoimmune. Autoimmune yang sekarang sangat susah mendeteksinya. Tapi pada anak-anak sudah banyak kasusnya dan kita tahu penyebabnya karena jantung.

Apakah menghindarinya harus dengan diet yang bagus?

Pada anak-anak tidak, biasanya pada anak-anak karena kelainan kongenital, kelainan bawaan.

Jadi bukan salah habit. Kalau begitu jarang terjadi, betulkah?

Jarang.

Misalnya ada stroke club, mungkinkah jantung juga ada. Stroke club untuk berkumpul kemudian exercise. Apakah itu memang exercise untuk terapi atau untuk menambah semangat saja?

Biasanya seseorang yang sudah pernah kena stroke kemudian masuk ke stroke club maka dia bisa bertukar pendapat, seperti bagaimana makanan yang baik, kemudian memberikan semangat kepada penderita untuk tetap melakukan exercise. Bagaimana caranya melakukan kegiatan-kegiatan di rumah, semua itu akan memacu mempercepat perbaikan pada kelemahan. Dulu syaraf itu dianggap kalau ada kerusakan maka tidak akan bisa baik. Sekarang ada suatu teori namanya neuroplasticity. Ternyata dibuktikan bahwa hubungan antara sel dan sel tidak selalu permanen hilang. Sel yang sudah mati akan digantikan perannya oleh sel-sel yang ada disekitarnya dengan merangsang seperti olahraga, itu berarti neuroplasticity– nya bagus.

Jadi ada yang bisa kembali lagi. Sekarang detail mengenai diabetes sebagai faktor yang merusak syaraf. Bagaimana penjelasannya secara singkat?

Diabet mula-mula yang terusak adalah pembuluh darah rambut, pembuluh darah yang sangat kecil. Pembuluh darah itu akan rusak kalau gula darah naik. Semakin tinggi gula darahnya, semakin cepat rusak pembuluh darah yang halus-halus. Nanti setelah pembuluh darah yang halus itu rusak, maka syaraf akan mulai rusak juga. Syaraf akan mengalami kerusakan, terutama pada ujung-ujung anggota tubuh. Pada kaki yang syarafnya panjang terkena terlebih dahulu daripada tangan. Terus makin lama setelah pembuluh darah kecil maka meningkat menjadi pembuluh darah besar. Pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung, pembuluh darah di leher, pembuluh darah kaki mulai terkena, sehingga pada orang stroke patut diduga bahwa sudah terjadi kelainan pembuluh darah di otak, patut diduga pembuluh darah kakinya jelek, patut diduga juga jantung, hati, ginjalnya rusak. Itu yang memperberat kerusakan pada orang yang stroke dengan diabet dan kencing gula.

Kadang-kadang kita susah sekali menentukan bagaimana jadinya pada orang diabet. Jadi pertama kali biasanya saya jelaskan bahwa saat dia ada diabet maka hati-hati gulanya akan diturunkan dengan cepat agar bisa dikelola dengan baik. Itu karena kalau tidak maka stroke yang mula-mula ringan bisa tiba-tiba memburuk. Itu yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s