Penyakit jantung koroner

lansia_130510_jantungArteri koroner adalah arteri yang memasok darah ke jantung untuk memberikan nutrisi dan oksigen. Penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri ini menyempit atau bahkan tersumbat.
Pentingnya

Penyakit jantung adalah temasuk penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia (juga nomor satu di dunia). Di antara berbagai jenis penyakit jantung, penyakit jantung koroner adalah yang paling umum dan meningkat, terutama di kalangan orang-orang muda.
Penyebab

Sejalan dengan semakin tua seseorang, jaringan lemak mengendap seperti plak pada dinding dalam arteri. Ini menyebabkan arteri menjadi lebih tebal dan tebal sehingga saluran (lumen) arteri menjadi menyempit. Proses ini disebut aterosklerosis.

Jika arteri jantung (koroner) terkena, ada akan pengurangan suplai darah ke jantung, menyebabkan penyakit jantung koroner.

Jika dinding plak rontok, bekuan darah akan terbentuk dalam arteri. Hal ini akan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah dan mengakibatkan serangan jantung.

Faktor risiko bagi penyakit jantung koroner meliputi:

  • tekanan darah tinggi
  • kolesterol darah tinggi
  • merokok
  • riwayat keluarga terkena penyakit jantung koroner
  • obesitas (kegemukan) atau diabetes mellitus
  • kurang olahraga
  • stres kronis

Gejala dan Tanda:

Kematian mendadak tanpa gejala sebelumnya
Sekitar 10% pasien dengan penyakit jantung koroner tidak memiliki gejala dan hanya diketahui setelah kematian mendadak.

Beberapa orang mungkin memiliki gejala berikut:

  • Angina — nyeri dada yang menyesak. Ini biasanya terjadi di bawah aktivitas fisik misalnya saat melakukan latihan, jalan cepat atau di bawah stres emosional. Rasa sakit secara bertahap menghilang setelah istirahat.
  • Infark miokardial akut (serangan jantung) – Datangnya mendadak nyeri dada yang parah yang dapat menyebar ke leher, lengan atau rahang. Pasien dapat kemudian berkeringat banyak, sesak napas, mual dan muntah atau bahkan pingsan. Siapa pun yang tekena dengan gejala ini harus segera mencari perawatan medis atau dibawa ke instalasi gawat darurat rumah sakit.

Pencegahan penyakit jantung koroner:

  • Berhenti merokok dan menghindari minum berlebihan.
  • Olahraga teratur.
  • Makan yang seimbang, diet rendah lemak.
  • Hindari kelebihan berat badan dan obesitas.
  • Milikilah kehidupan yang teratur dan mengelola stres.
  • Adanya tindak lanjut teratur/regular untuk penyakit kronis misalnya hipertensi dan diabetes mellitus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s