Stroke

lansia_penyakit-strokeStroke disebabkan oleh penyumbatan suplai darah ke otak. Berkurangnya aliran darah menyebabkan oksigen tidak cukup dan pasokan nutrien (zat makanan) dan karenanya menyebabkan kerusakan atau bahkan kematian sel-sel otak. Akibatnya, ada fungsi otak tertentu yang terganggu atau hilang seperti kontrol atas gerakan anggota badan dan bicara. Setelah stroke, banyak pasien menjadi tergantung pada orang lain dalam kegiatan sehari-hari dan perawatan diri.
Ada dua jenis utama stroke:

1. Stroke perdarahan: pembuluh darah otak pecah sebagai akibat dari penyakit seperti hipertensi atau haemangioma.

2. Strok Iskemik: oklusi pembuluh otak oleh gumpalan darah (disebut, embolism) atau penyempitan dan oklusi pembuluh otak dengan aterosklerosis (trombosis).

Datangnya stroke

Datangnya stroke tergantung pada lokasi pembuluh darah serta tingkat kerusakan. Hal ini juga bervariasi dengan individu. Gejala umum termasuk:

  • mati rasa lokal misalnya di wajah, satu tungkai atau salah satu bagian tubuh
  • kelemahan anggota badan dan tubuh, biasanya pada satu sisi
  • tiba-tiba kehilangan keseimbangan
  • bicara cadel, air liur (saliva) keluar, kesulitan menelan, sudut mulut miring
  • hilangnya bidang visual, gerakan mata tak terkendali, penglihatan ganda
  • mengantuk, koma
  • lain-lain: misal, tiba-tiba mengalami sakit kepala berat, pusing yang terus-menerus (persisten)

Pencegahan stroke

Stroke adalah pembunuh pertama di Indonesia. Insidensi pada orang tua lebih tinggi, terutama karena aterosklerosis pembuluh darah otak. Penelitian telah menunjukkan bahwa dengan mengurangi faktor risiko stroke, kita dapat mengurangi kemungkinan stroke, dengan:

  • Berhenti merokok.
  • Lakukan olahraga teratur dan tepat. Mengelola stres.
  • Ikuti diet seimbang. Hindari kolesterol tinggi dan diet lemak hewani yang tinggi.
  • Hindari alkohol berlebihan.
  • Penderita hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung atau riwayat stroke harus mendapat medis tindak lanjut rutin dan menerima pengobatan yang tepat sehingga tekanan darah dan kadar glukosa darah terkontrol.
  • Pasien dengan riwayat stroke atau penyakit jantung iskemik yang membutuhkan obat pencegahan harus memiliki tindak lanjut rutin dan sesuai dengan terapi obat.

Perawatan stroke – bertujuan:

  • Meningkatkan kualitas hidup pasien: memberikan perhatian pada aspek baik fisik maupun psikologis.
  • Meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien: belajar keterampilan yang tepat dalam memulihkan kegiatan normal sehari-hari dan meminimalkan ketergantungan. Hal ini dapat memperlambat proses penuaan dan mengurangi beban pengasuh.
  • Menjaga anggota tubuh dan fungsi tubuh untuk menghindari “bad sore”, infeksi dada, aspirasi dan bahu beku(?).

Stroke bisa menjadi kondisi yang melemahkan. Namun, dengan perawatan yang tepat dan kemauan, banyak pasien bisa mendapatkan kembali bagian dari fungsi mereka. Carilah bantuan dari para profesional.

Informasi Terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s