Pola Hidup Sehat Ala Wimar

Wimar_Witoelar_perspektifbaruWimar Witular mungkin lebih banyak dikenal karena pernah menjadi Juru bicara Presiden Republik Indonesia pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Walau sudah lansia, pria jebolan ITB kelahiran 14 Juli 1945 ini masih aktif menjadi kolumnis media massa lokal dan internasional (Today, Business Week, News week, Australian Financial Review), komentator TV (ABC, CNBC, CNN), termasuk mengasuh websitenya, Perspektif Baru.com.

Bagi kita menarik melihat pengalamannya menerapkan pola hidup sehat. Wimar menerapkan pola hidup sehat berdasarkan dari berbagai informasi yang ia dapat selama hidupnya.

Menurut Wimar, kunci dari pola hidup dan diet yang efektif ialah free will (kemauan sendiri). Ia menuturkan pengalamannya gagal diet di masa lalu karena proses dietnya merupakan paksaan oleh dokter. Namun setelah dirinya sendiri yang bertekad untuk hidup sehat, maka hasilnya jauh lebih sukses.

Wimar juga melakukan diet. Namun diet yang dilakukannya bukanlah mengurangi ini dan itu. Diet yang dilakukan adalah memilih makanan yang baik supaya kita tidak terpaksa memakan makanan yang jelek. Memang ada tabel dan bukunya, tetapi sebenarnya dalilnya sangat sederhana. Kita tahu yang sehat adalah yang berserat, tidak berlemak, tidak mengandung kolesterol, dan tidak manis. Jadi gula nol. Satu hal lagi yang perlu diingat bahwa diet seperti hidup, tidak pernah berakhir. It is a never ending journey.

Berikut wawancara Perspektif Baru dengan Tea Marlini Chandra sebagai pewawancara dengan narasumber Wimar Witoelar.

———————-

Sudah sejak lama orang selalu mengidamkan memiliki badan sehat bahkan dengan cara-cara yang bisa dibilang menyiksa diri. Bagaimana pola diet yang sekarang Anda jalani?

Saya ingin menyampaikan terlebih dahulu bahwa akibat saya jarang terlihat kurus maka banyak orang yang tidak berani membicarakannya. Saat itu sahabat karib saya, Didiet Budi Adiputro, seorang wartawan televisi, datang mewawancarai saya. Setelah dia duduk lama, saya bertanya, “Kamu sudah duduk lama kok gak komentar saya tambah langsing?” Jawabnya, “Oh iya, tadi takut tersinggung.” Bagaimana orang tambah langsing tersinggung, itu karena asumsinya adalah Wimar kalau kurus pasti sakit. Dari dulu Wimar tidak pernah kurus. Hal tersebut karena orang tersebut mengamati saya dalam batas waktu tertentu. Saya pernah kurus juga.

Kira-kira setahun lalu saya melakukan check up rutin. Memang sejak saya sakit berat, saya melakukan check up rutin. Dari hasil check up terlihat jumlah gula di badan saya agak naik sedangkan indeks yang lain bagus. Kalau gula naik membuat saya cepat lelah, mengantuk dan macam-macam. Jadi saya pikir karena semua terapi sudah dicoba, dan selalu dokter mengatakan, “Tidak ada salahnya kalau kamu menurunkan berat 10 – 20 kg.” Akhirnya saya memutuskan untuk menurunkan berat badan. Selain itu, pada usia saya sekarang saya senang melakukan tes diri. Sejauhmana saya mampu menentukan hidup sendiri karena diet ternyata hanya bisa dengan disiplin. Sejak Mei 2013 sampai Februari 2014, saya bisa turun 20 kg tanpa obat, tanpa resep, dan di sini saya tidak akan menganjurkan resep apa-apa.

Apakah Anda rajin berolahraga?

Semula berenang tapi saya berhenti. Kemudian saya berolah raga di kursi roda karena saya menggunakan kursi roda. Jadi saya menghentikan atau mengurangi bantuan orang lain untuk mendorong. Sebenarnya selalu ada saja orang yang mau bantu mendorong, kecuali di luar negeri. Jadi saya baru sebulan ke luar negeri dan di sana tidak ada yang bisa bantu dorong. Nah itu olah raga saya. Walaupun kaki saya lemah namun kebugaran tangan saya menjadi oke. Jadi saya senang dan enjoy.

Bagaimana pola makan yang Anda jalani?

Sebetulnya pola hidup, dan itu lebih luas dari pola makan. Karena itu saya tidak menganjurkan untuk dijalankan oleh semua orang. Saya merasa beruntung memenuhi beberapa syarat untuk melakukannya. Prioritas hidup saya adalah kesehatan. Jadi saya tidak pernah harus melakukan sesuatu yang tidak saya inginkan. I never have to do anything I don’t want to do. Hanya tadinya yang I want to do adalah makan banyak, hura-hura, ini dan itu. Sekarang sukes diukur dari kebugaran.

Saat ini saya bisa memprioritaskan hidup saya untuk kebugaran, termasuk pola makan yang baik. Saya bisa diet namun diet bukanlah mengurangi ini dan itu. Diet yang saya lakukan adalah memilih makanan yang baik supaya kita tidak terpaksa memakan makanan yang jelek. Jadi kasihan juga kalau saya menganjurkannya pada orang lain. Saya bisa membelokkan hidup saya, sehingga semua diarahkan pada hidup sehat. Misalnya saya diundang saudara, kalau ditawari makan saya mengatakan, “Maaf saya tidak bisa.” Orang lain mungkin takut menyinggung, walau saya sebagai orang Sunda memiliki perasaan sangat halus dan tidak tega menolak makanan. Daripada saya harus masuk rumah sakit lagi, maka saya harus egois dari segi lifesyle. Setelah memiliki lifestyle tersebut, kita bisa pelajari makanan apa yang harus kita pilih. Memang ada tabel dan bukunya, tetapi sebenarnya dalilnya sangat sederhana. Kita tahu yang sehat adalah yang berserat, tidak berlemak, tidak mengandung kolesterol, dan tidak manis. Jadi gula nol.

Apakah harus nol sama sekali atau boleh sedikit?

Nol dalam bentuk eksplisit. Sekarang saya mendapatkan gula dari buah dan karbohidrat. Semua saya makan tetapi dalam kadar tertentu.

Dokter menganjurkan agar mengurangi berat badan antara 10 kg sampai dengan 20 kg. Apakah dokter hanya memberi anjuran atau juga memberikan panduan ke Anda?

Hanya anjuran dokter. Selama bertahun-tahun sewaktu istri saya masih hidup, saya sering diberi tahu dan dianjurkan untuk menurunkan berat badan. Sekarang ia sudah 10 tahun meninggal. Tapi ada anggapan, kalau dokter susah sekali menyembuhkan suami atau keluarganya. Jadi memang nasehatnya tidak efektif. Tetapi saya diperkenalkan dengan dokter gizi yaitu dr. Lani di Rumah Sakit Pondok Indah. Dia memberikan resep dan bahkan menu setiap hari. Kalau saya ke Bandung, saya bisa makan siomay tapi tidak pakai bumbu, hanya kol dan kentangnya saja. Jadi saya mengikuti resep tersebut, tetapi agak tersiksa karena bukan kemauan saya.

Jadi manusia adalah soal free will. Kalau saya memaksa diri saya makan yang tidak enak akan asyik, tapi kalau saya disuruh orang maka tidak enak. Jadi sewaktu mengikuti panduan dr. Lani, berat badan saya turun 2 kg lalu sesudah itu naik lagi. Jadi waktu itu, kalau saya ke rumah sakit dengan suster saya bernama Atun, jika melihat dr. Lani maka saya langsung sembunyi karena kelihatan gemuk dan dia suka memarahi saya. Setelah saya melakukan sendiri, sekarang saya mencari-cari di mana dr. Lani. Sekarang berat badan saya sudah turun 20 kg. Penurunan 20 kg dalam 10 bulan berarti dalam sebulan turun 2 kg.

Apakah pola hidup yang Anda jalani diatur oleh Anda sendiri atau ada acuan, misalnya buku referensi atau tulisan orang di internet tentang pola hidup sehat?

Pada dasarnya dari saya sendiri, tapi terlalu sombong kalau saya mengatakan semua dari saya. Pertama, semua itu dari Tuhan, orang tua, teman. Usia saya sebentar lagi 69 tahun, sudah banyak yang saya alami. Jadi banyak ilmu yang terserap tidak sengaja dari internet dan televisi. Deddy Corbuzier pun saya tonton, sehingga saya tahu jangan diet seperti itu karena banyak yang bisa sakit. Saya menerima semua masukan, walaupun kadang-kadang yang memberi masukan merasa tidak dihargai. Saya sangat berterima kasih pada semua nasehat dan saya sering berbagi informasi yang bisa diterapkan pada saya.

Mengapa Anda tidak berbagi kisah sukses membuat pola makan atau pola hidup sehat ala Wimar kepada publik?

Insya Allah saya akan melakukannya. Saya ingat lima tahun lalu berat badan saya turun 10 kg lalu kebetulan diwawancarai Majalah Femina dan Healthy Life. Saya dibilang sehat, sampai saya diundang ke berbagai tempat. Saat saya datang ke pertemuan arisan keluarga, saya juga mau berbicara dengan ibu-ibu di sana. Sampai akhirnya saya diundang ke sebuah acara di Balikpapan. Nah, tiga bulan berjalan saya merasa lelah diet sehingga naik lagi 10 kg. Jadi diet seperti hidup, tidak pernah berakhir. Ya, it is a never ending journey.

Apakah pola hidup seperti ini memiliki batasan usia?

Menurut saya, tidak. Bahkan menurut orang, ini memperpanjang umur. Kita tidak mengetahui bagaimana masa depan. Namun dari segi kesehatan, menurut dokter, umur saya lebih memiliki kemungkinan tumbuh. Kata dokter, “Oh, Pak Wimar ini makin lama makin dapat extension.” Seperti handphone, membeli voucher lalu pulsa bertambah. Jadi tidak ada batas umur. Makin tua makin perlu pola hidup sehat. Kalau saya tanya Ade Rai kapan saya harus berhenti olah raga, malah jawabannya justru harus mulai olah raga. Pelari Aki Niaki juga berkata tidak ada batas umur untuk lari. Saya ambil sikap seperti itu, kira-kira saja porsi olah raganya. Kalau sudah tua, maka jangan terlalu berat porsi olah raganya dan jangan terlalu keras dietnya. Diet menurunkan berat badan 2 kg sebulan berarti hanya 500 gram seminggu. Hal tersebut sedikit namun kelihatan enaknya. Mungkin yang memberi saya semangat ialah kalau bertemu seseorang, maka komentarnya menilai saya lebih langsing. Karena kalau saya mengukurnya barangkali bukan dengan gram, tapi dengan ikat pinggang yang lama-lama harus membuat lubang baru di ikat pinggang.

Apa keuntungan yang Anda rasakan sekarang?

Secara fisik, jam kerja saya bertambah. Jadi saya bisa kerja dengan jam kerja normal, mulai pukul 08.00 sampai 17.00 tanpa mengantuk. Saya bertambah sehat, lebih alert, dapat mengikuti percakapan dengan lebih jernih. Bidang pekerjaan saya tampil berbicara di publik, manfaatnya kini saya mampu tampil tiga jam memimpin seminar tanpa lelah. Jadi itu keuntungannya. Di luar kesehatan, I think I’m becoming a more interesting person. Saya jadi punya lebih banyak cerita. Dari cerita tersebut, saya tulis menjadi cerita-cerita kecil sampai menjadi buku. Pertama saya beri judul “A Book About Nothing“, lalu buku kedua “More About Nothing“, lalu “Still About Nothing“, sekarang buku keempat akan terbit berjudul “Sweet Nothings“.

Kapan terbitnya?

Buku tersebut akan diluncurkan di @america pada 12 April 2014. Nah, itu bisa saya lakukan karena saya sehat. Kalau tidak sehat pasti saya di rumah saja. Karena saya sadar jika tampil di panggung, menghadapi ratusan orang, memberi tanda tangan, semua memakai energi. Jadi saya mampu menciptakan energi sendiri dengan sehat.

Pola makan dan hidup sehat seperti ini untuk sebagian orang menyiksa. Bagaimana dengan Anda?

I’m very happy. Mungkin karena saya senang “disiksa”. Jadi ada orang yang senang tantangan dan saya termasuk orang yang senang diberi tantangan. Hidup terlalu enak itu tidak enak. Nanti jadi mau apa lagi. Jadi ada real challenge yang saya harus hadapi. Sebelum saya memarahi orang lain, saya marahi diri saya sendiri.

Apakah setiap hari Anda menimbang berat badan?

Walau menurut buku tidak boleh menimbang berat badan setiap hari, tapi sebenarnya asal jangan terpengaruh saja. Jika kita masuk ke teknis diet, yang terpenting bukan penurunan berat setiap hari, tapi apakah kamu memakan makanan yang benar. Memang memakan makanan yang benar kadang-kadang tidak menurunkan berat secara langsung saat itu juga. Makanan yang benar sebetulnya makanan yang mengandung enzim yang baik sehingga keseimbangan gizi kita baik. Pencernaan kita diatur oleh dua macam enzim, yaitu jenis enzim yang memberitahu badan kita bahwa kita lapar, dan jenis enzim yang memberitahu badan kita bahwa kita kenyang. Yang tidak seimbang kalau enzim laparnya kuat dan enzim kenyangnya tidak ada. Jadi orang bisa makan saja terus. Saya mempunyai saudara yang sakit karena keseimbangan enzimnya tidak beres, sehingga kalau makan tidak kenyang-kenyang. Jadi bukan hanya gembul atau apa, tapi memang tidak ada keseimbangan enzim. Hal itu harus diatasi dalam jangka panjang dengan makan makanan yang mengandung enzim positif. Banyak buku yang berisi daftar makanan yang mengandung serat, tidak bergula, dan sebagainya. Saya juga kalau cerita harus melihat buku dulu.

Sumber: Prospektif Baru, 17 Maret 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s